Minggu, 14 Agustus 2011

Kebudayaan, Kesenian dan Home Industry di Desa Segorogunung

Kebudayaan :
-Upacara bersih dusun (rasulan) di tiap dusun; merupakan sedekah bumi yang dilakukan warga yang masih memegang tradisi, dilakukan di sumber mata air terdekat
-Nyadran atau Kondangan; budaya mengundang tetangga dan saudara terdekat untuk memperingati hari kematian atau syukuran, dilakukan dengan menyediakan makanan khas setempat
-Upacara ruwahan atau mengirim do’a; dilakukan untuk orang yang sudah meninggal, saat hari ke tujuh, ke empat puluh dan ke seribu. Bisa juga saat hari kematian yang bersangkutan
-Tradisi saat kehamilan dan kelahiran; melakukan kendurian saat sepasaran (5 hari), selapanan (35 hari), kelonan (5 bulan) dan eneman (7 bulan)
-Tradisi di hari Lebaran; Selain Halal bihalal, masyarakat setempat juga melakukan fitrah gundul, yaitu sejumlah uang yang disumbangkan secara ikhlas untuk pembangunan masjid (di luar kebiasaan megeluarkan zakat fitrah)
-Hajat pernikahan; biasanya ditambahkan kegiatan memberikan sesaji di pojok dukuh atau dusun
-Kepunden; dilakukan saat bulan Suro atau Muharram, dengan bepergian ke tempat yang dikeramatkan di sebuah dusun sambil membawa makanan

-----------------------------------------------------------------
Kesenian :
-Karawitan;
-Seni tek-tek;
-Rebana;
-Reog


-----------------------------------------------------------------
Home industry :
pertukangan atau kayu, anyaman bambu, pembuatan roti atau kue, makanan kecil (onde-onde), menjahit




Sejarah dan Asal Usul Desa


Awalnya, Desa Segorogunung merupakan daerah kerajaan Surakarta Hadiningrat dengan leluhur Eyang Bodro sebagai pendirinya, yang berasal dari Dukuh Sawit.

Asal mula nama Segorogunung dimulai dari adanya beberapa orang di Dukuh Sawit yang akan membuat laut (dalam bahasa Jawa : Segoro), namun karena sesuatu hal, pembuatan laut dibatalkan. Maka gundukan tanah untuk membuat laut tersebut dinamakan Segorowurung, yang artinya ‘segoro yang belum jadi’. Seiring pertambahan waktu, nama tersebut diubah menjadi Segorogunung yg berarti ‘gundukan tanah yg bergunung-gunung’.

Setelah disahkan menjadi desa dan diputuskan tidak lagi berada di bawah pemerintahan keraton Surakarta, Desa Segorogunung dipimpin secara otonom oleh kepala desa secara berkala. 


Jumat, 29 Juli 2011

Demografi Desa dan Kondisi Masyarakat

Wilayah ini mempunyai batas wilayah bagian utara Desa Gumeng, bagian selatan Desa Giri Mulyo, bagian timur hutan Gunung Lawu, dan di barat adalah wilayah Kemuning.


Menurut sensus tahun 2010, jumlah penduduk Desa Segorogunung adalah 905 jiwa laki-laki dan 919 perempuan, sehingga jumlahnya adalah 1.824 penduduk.
 Mayoritas penduduk dari Desa Segorogunung bermata pencaharian sebagai petani, yaitu sebanyak 395 keluarga. Selebihnya, bekerja di sektor perkebunan dan peternakan. Semua jenis sayuran yang ditanam (Seperti tomat, sawi, kubis, wortel, ubi kayu, ubi jalar, cabe, bawang merah, bawang putih dan lainnya), adalah sumber penghasilan utama warga desa tersebut. Selain itu, Desa Segorogunung memiliki kebiasaan yang dinamakan SAPRODI, yaitu upaya berkelompok oleh warga dalam membuat sarana desa, pengairan dan keperluan pertemuan desa.







Rabu, 27 Juli 2011

Potensi Wisata yang Dimiliki Desa Segorogunung



Sebagai salah satu desa yang diproyeksikan untuk menjadi kawasan wisata nusantara oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar. Banyaknya sumber daya alam yang baru dikembangkan dan dikelola dengan bertahap diharapkan dapat menjadi imej Desa Segorounung sebagai salah satu tujuan wisatawan. Penjabaran potensi wisata :
 
  • Bumi perkemahan; hamparan pohon pinus yang lebar dan cocok  untuk berkemah, outbound serta aktivitas lainnya
  • Mata air parang; merupakan sumber air murni yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung, langsung dari Gunung Lawu dan dapat diminum secara langsung
  • Air terjun; dengan ketinggian sekitar 20 meter, sumber air terjun ini telah difasilitasi dengan jalan setapak yang memudahkan pengunjung, serta dalam pengembangannya akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana memadai
  • Gua Jepang; obyek peninggalan masa kolonial ini terletak di dalam bumi perkemahan. Pemandangan yang asri menuju ke lokasi serta cerita mengenai latar belakang pembentukan gua tersebut akan menambah daya tarik pengunjung
  • Wahana Paralayang; bagi Anda yang menyenangi kegiatan yang memacu adrenalin, terdapat komunitas paralayang yang akan memandu dan menemani Anda dalam kegiatan ini
  • Berbagai Jenis Kebun; alam Desa Segorogunung yang subur menjadikannya dapat ditumbuhi oleh berbagai tanaman, seperti kebun teh, strawberry, bermacam sayuran (wortel, labu jipang, kubis, cabai, tomat, serta jenis lainnya). Semua keindahan ini dapat dinikmati langsung dalam perjalanan menuju berbagai lokasi wisata.




    Lokasi Desa Segorogunung


    Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar berada di lereng Gunung Lawu, di atas lahan pertanian seluas 3,2 ha/m2, lahan kebun teh, coklat dan cengkeh di bagian utara desa seluas 157,6333 ha/m2 serta bukit-bukit yang indah. Desa ini memiliki lima dusun, yaitu Dusun Mener, Dusun Segorogunung, Dusun Nglerak, Dusun Ngleter dan Dusun Ngledok.